Selasa, 27 November 2012

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi


Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi berasal dari bahasa Inggris
Information and Comunication Technology (ICT). Teknologi (technology)
merupakan alat atau sarana teknis yang digunakan manusia untuk meningkatkan
perbaikan/penyempurnaan lingkungannya. Teknologi merupakan suatu
pengetahuan tentang cara menggunakan alat dan mesin untuk melaksanakan tugas
secara efisien. Selain itu, teknologi dapat juga dikatakan sebagai pengetahuan,
alat, dan sistem yang digunakan untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih baik
(make our life more easy and comfortable). Melalui pemanfaatan teknologi
memungkinkan orang dapat berkomunikasi dan/atau menyampaikan/menerima
informasi dengan lebih baik dan lebih cepat.
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tergantung pada
perkembangan komputer. Semakin pesat perkembangan komputer, semakin pesat
pula perkembangan TIK.
Komputer adalah suatu mesin yang menggunakan sistem pemrograman
yang didisain untuk melaksanakan operasi aritmetika dan operasi logika secara
sistematis dan otomatis. Komputer konvensional terdiri dari beberapa memori
untuk penyimpan data, paling sedikit satu memori yang dapat melaksanakan
operasi aritmetika dan logika, dan unsur pengurut dan pengontrol yang dapat
mengubah susunan operasi yang didasari pada informasi yang disimpan. Unit
pemrosesan komputer mampu melangsungkan sederet instruksi yang dapat dibaca,
dimanipulasi dan menyimpan data.
Komputer elektronik pertama dikembangkan pada pertengahan abad 20
(1940–1945). Komputer modern yang didasari atas sirkuit terintegrasi (integrated
circuits, IC) memiliki kemampuan jutaan – miliar kali lebih tinggi dibandingkan
komputer pertama. Komputer personal dalam berbagai bentuknya merupakan
ikon era informasi (Information Age).
Nanotransistor
Kemampuan komputer tergantung
sekali dengan teknologi IC. Perusahan

komputer telah mampu mengebangkan chips
yang menggunakan teknologi fabrikasi 32
nanometer (Klabunde, 2001 dan Ratner, 2003).
Chips tersebut terdiri dari sekitar 1.9 miliar
transistor dalam kepingan chip tunggal.
Semakin banyak transistor yang mampu dimuat
dalam single chip maka komputer memiliki
kemampuan semakin tinggi.
Sebagai perbandingan, Pentium 4 menggunakan chip dengan 42 juta
transistor berukuran 0,18 mikron atau 180 nanometer. Pada tahun 2011, ukuran
transistor semakin kecil mencapai 0,025 mikron (25 nm). Semakin banyak
transistor berarti chips semakin cepat. Dengan satu miliar transistor dalam satu
chip akan menghasilkan kecepatan 10 – 20 GHz.
Teknologi Layar
Seiring dengan evolusi transistor, teknologi layar (monitor) yang
digunakan untuk tampilan komputer juga mengalami evolusi. Perkembangan
dalam bidang smart material telah mengubah teknologi layar (display technology)
dari monitor Cathode Ray Tube (CRT) menjadi Liquid Crystal Display (LCD),
plasma display, dan terakhir Light Organic Emiting Diode (LOED) display.
Teknologi LOED display menggunakan smart material polimer penghantar listrik
(György, 2008), sehingga ketebalan layar menjadi semakin tipis, sampai suatu
saat nanti akan dihasilkan layar fleksibel.

Aplikasi TIK dalam Pembelajaran
Pemahaman mengenai teknologi informasi dan komunikasi dalam konteks
pembelajaran di kelas adalah sebagai alat atau sarana (Haddad, 2005) yang
digunakan untuk melakukan perbaikan/penyempurnaan kegiatan pembelajaran
sehingga para pebelajar menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi
masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil kegiatan belajar
pebelajar (Karsenti, 2005). Teknologi dapat dan benar-benar membantu pebelajar
mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari tingkat yang sangat
mendasar sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi
(MacKinnon, 2005).
Kementerian Negara Riset dan Teknologi memberikan rumusan pengertian
mengenai TIK sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Lebih jauh dikemukakan bahwa TIK secara umum adalah semua teknologi yang
berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan,
penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Pemahaman TIK yang
demikian ini mencakup semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi,
dan infrastruktur.
Dari uraian yang telah dikemukakan di atas mengenai TIK, maka
penerapannya di lingkungan pendidikan/pembelajaran dapatlah dikatakan bahwa
TIK mencakup perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi (materi
pelajaran/perkuliahan), dan infrastruktur yang fungsinya berkaitan dengan
pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran,
dan penyajian informasi (materi pelajaran/perkuliahan).
Dalam blue print TIK untuk pendidikan, fungsi-fungsi TIK digambar
sebagai sebuah bangunan gedung. Terdiri dari pondasi, tiang, dan atap,
sebagaimana dapat dilihat pada gambar PERANAN TIK DI INDONESIA

Pertama, dapat kita lihat bahwa TIK berfungsi sebagai Sumber Belajar, dapat
berupa referensi berbagai ilmu pengetahuan yang tersedia dan dapat
diakses melalui fasilitas TIK, pengelolaan pengetahuan, jaringan
pakar, jaringan antara institusi pendidikan, dll.
Kedua, fungsi TIK sebagai alat bantu pembelajaran dapat berupa alat bantu
mengajar bagi pengajar, alat bantu belajar bagi pebelajar, serta alat
bantu interaksi antara pengajar dengan pebelajar.
Ketiga, fungsi TIK sebagai fasilitas pendidikan di kampus/tempat belajar dapat
berupa pojok internet, perpustakaan digital, kelas virtual, lab
multimedia, papan elektronik, dll.
Aplikasi TIK dalam pembelajaran terutama dalam pembuatan materi
pembelajaran, media dan e-learning.
3.1 Media Pembelajaran berbasis TIK
Menurut Arsyad (2008) kata media berasal dari bahasa Latin medius yang
berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Pengertian media mengarah
kepada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara
pemberi pesan (sumber) dan penerima pesan. Hubungan komunikasi interaksi
akan berjalan lancar dan tercapai hasil yang maksimal apabila digunakan alat
bantu yang disebut media.
UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pembelajaran
diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Agar proses pembelajaran berlangsung
dengan baik dan dengan hasil yang optimal maka media pembelajaran sangat
diperlukan. Dalam proses pembelajaran, media didefinisikan sebagai sesuatu yang
membawa informasi atau pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara
dosen dan mahasiswa atau antara gugu dan siswa.
Setiap media yang digunakan pada umumnya memiliki manfaat untuk
tujuan pencapaian proses belajar mengajar. Menurut Sujana (dalam Pasek, 2011)
media pembelajaran memiliki empat manfaat. Pertama, pembelajaran akan lebih
menarik perhatiam mahasiswa/siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi
belajar. Kedua, materi pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat
lebih dipahami oleh mahasiswa/siswa. Ketiga, metode mengajar akan lebih
bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh
dosen, sehingga mahasiswa tidak bosan dan dosen tidak kehabisan tenaga.
Keempat, mahasiswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
mendengarkan uraian dosen, tetapi juga aktivitas lainnya seperti mengamati,
melakukan, mendengarkan, dan mendemontrasikan.
Munadi (dalam Saprudin, 2010) menjelaskan bahwa media pembelajaran
merupakan segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari
sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif
dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efektif dan efisien.

Hakekat media dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai instrumental, dengan
kata lain media berarti tidak hanya sekedar alat saja, namun untuk mencapai atau
memiliki tujuan. Alat yang dimaksud dalam media adalah alat untuk memebantu
proses pembelajaran, alat untuk mempermudah pemahaman masalah yang sedang
dibahas, dan alat untuk mempermudah mengungkapkan hal-hal yang rumit. Jadi
sebagai alat, media bisa digunakan untuk berbagai tujuan, tetapi tidak semua
tujuan, karena setiap media memiliki ciri atau karakteristik dan kekhasannya
masing-masing, sehingga hanya tepat digunakan untuk tujuan-tujuan yang khas
dan sesuai pula.
Setiap penggunaan media pembelajaran memiliki tujuan dalam
pemcapaian tujuan pembelajaran. Raharjo (dalam Pasek, 2011) menjelaskan
penggunaan media pembelajaran memiliki enam tujuan: (1) sebagai ilustrator
yaitu berperan menggambarkan masalah secara jelas, (2) membentuk kode
(sandi), (3) mampu menunjukkan gambaran hidup (animasi), (4) memahami
maknanya (kodifikasi), (5) melahirkan kesadaran baru (dekodifikasi), dan (6)
mewujudkan terjadinya perubahan ke arah perbaikan (transformasi).
Terdapat berbagai jenis media pembelajaran, antara lain: simulasi, audio,
visual, gambar, grafis, gambar cetakan, audio visual, dan multimedia.
Penggabungan beberapa media sering disebut multimedia. Menurut Hamalik
(1986), Jamarah (2002), dan Sadiman dkk (1986) mengelompokkan media
berdasarkan jenisnya menjadi tiga jenis, yaitu:
(1) Media audio, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara
saja, seperti taperecorder.
(2) Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indera penglihatan
dalam wujud visual.
(3) Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur
gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan
media ini dibagi ke dalam dua jenis yaitu: (a) audiovisual diam, yang
menampilkan suara dan visual diam, seperti film sound slide, dan (b)
audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan
gambar yang bergerak, seperti film, video cassete da VCD.
Menurut tim pengembang MPBTIK (2010) beberapa definisi multimedia yaitu:
(1) Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video
(2) Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen yaitu suara,
gambar, dan teks.
(3) Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau
output dari data, media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi,
video, teks, grafik, dan gambar.
(4) Multimedia merupakanalat yang menciptakan presentasi yang dinamis dan
interaktif ang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio, dan gambar
video.
(5) Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan
menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan
menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan
navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.

Levie dan Lentz (dalam Sandi, 2011) mengemukana empat fungsi media
pembelajaran, khususnya media visual.
(1) Fungsi atensi. Seringkali pada awal
pembelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran. Media visual dapat
digunakan untuk menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi
pada isu pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau
menyertai teks materi pelajaran.
(2) Fungsi afektif. Gambar visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
(3) Fungsi kognitif. Sesuai hasil penelitian,
media visual dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk mengingat dan
memahami informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. (4) Fungsi
kompensatoris. Media visual yang memberikan konsteks untuk memahami teks
membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi
dalam teks dan mengingatnya kembali.

.    Dampak Positif dan Negatif  Perkembangan TIK
1.    Dampak positif :
a.    kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan semakin mudah dibantu perangkat teknologi          yang semakin berkembang dan mudah digunakan.
b.    kita dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan fasilitas e-mail,chat,sampai komunikasi secara langsung (pembicaraan) sekalipun melalui internet.
c.    munculnya bermacam macam komunitas dari internet itu sendiri.
d.    kita dapat dengan mudah mencari informasi yang kita butuhkan. apalagi dengan adanya bantuan web search engine seperti google search/yahoo searh dsb.
e.    kita dimungkinkan berbelanja melalui media internet.
f.    seiring berkembangnya bahkan internet dapat kita akses di genggaman tangan kita sendiri yaitu dengan media handphone ini sangat positif karena akses internet dapat kita lakukan dengan mudahnya serta dengan tarif yang relatif sangat murah pula.

2.    Dampak negatif :
a.    munculnya para penipu yang memanfaatkan internet.
b.    munculnya budaya plagiarisme. dengan mudahnya informasi di cetak ulang tanpa izin dari pemberi informasi atau tanpa menulis sumbernya.
c.    munculnya pornografi yang mudah diakses.
d.    munculnya pencurian.
e.    dengan semakin mudahnya berbelanja lewat internet kita dapat meningkatkan budaya konsumsi yang menimbulkan sifat boros.

PENUTUP

A.    Simpulan
1.    Perkembangan TIK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan.
2.    Perkembangan TIK dapat diimplikasikan dalam dunia pendidikan seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan lainnya.
3.    Perkembangan TIK membawa dampak positif dan negatif  bagi kalangan masyarakat.

B.    Saran
1.    Adanya perkembangan TIK ini diharapkan masyarakat lebih aktif menggali informasi penting sehingga masyarakat tidak ketinggalan dengan perkembangan teknologi.
2.    Adanya perkembangan TIK ini diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan selektif dalam menggunakan dan memanfaatkan  TIK.


Senin, 26 November 2012

Kanker Pankreas


Kanker Pankreas
Faktor risiko
Merokok meningkatkan risiko kanker pankreas hampir tiga kali lipat. Risiko meningkat dengan intensitas dan durasi merokok, dan menurun dengan berhenti merokok. Faktor risiko lain yang ditemukan pada kanker pankreas adalah keturunan, tetapi predisposisi genetik menjelaskan hanya sebagian kecil dari kanker ini. Bila beberapa kasus kanker pankreas terdiagnosis dalam keluarga Anda, Anda memerlukan pemantauan dan skrining berkala. Faktor risiko lain yang diduga adalah konsumsi alkohol dan makanan yang kaya lemak hewani.
Gejala
Penemuan kanker pankreas sering tertunda karena gejalanya seperti penyakit lain. Masalah lain dari kanker pankreas adalah karena organ itu tersembunyi dan kanker biasanya tidak menimbulkan gejala apapun sampai tahap lanjut. Tanda yang paling jelas adalah penyakit kuning. Penyakit kuning ditandai dengan kulit yang berwarna kekuningan, urin gelap dan tinja pucat. Tanda lain dari kanker pankreas adalah nyeri perut yang memancar ke belakang, dan tidak hilang oleh obat analgesik konvensional. Kelelahan tanpa sebab, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan adalah tanda-tanda umum kanker yang tidak spesifik pada kanker pankreas.
Gangguan fungsional lain dari tumor pankreas adalah:
  • muntah
  • masalah usus
  • intoleransi makanan
  • diare kronis
  • diabetes atau diabetes memburuk
  • ketidaknyamanan dan hipoglikemia
  • tukak lambung
  • flebitis
  • radang saluran empedu
  • pankreatitis (radang pankreas) akut
Diagnosis
Kanker pankreas biasanya ditemukan secara kebetulan pada saat tes darah atau CT-scan untuk masalah berbeda. Letak pankreas yang dalam dan tersembunyi membuatnya tidak dapat diakses untuk pemeriksaan fisik seperti halnya kanker payudara atau kanker prostat.
Tes skrining darah
Tidak ada tes darah yang dapat diandalkan untuk kanker pankreas. Banyak orang tahu bahwa pankreas adalah tempat di mana insulin dibuat, tetapi sel-sel yang melakukannya biasanya tidak terlibat dalam kanker. Sebaliknya, kanker terjadi pada sel-sel pembuat enzim yang membantu Anda mencerna lemak, protein, dan karbohidrat dalam makanan yang Anda makan. Sebagian besar kanker pankreas menyerang bagian yang memproduksi enzim tersebut.
Kanker pankreas bisa ditandai oleh peningkatan “penanda tumor” pada darah (zat yang dihasilkan oleh sel-sel kanker): CA 19-9 pada kanker kelenjar eksokrin dan chromogranin A pada kanker kelenjar endokrin. Namun, metode skrining ini tidak selalu dapat diandalkan. Tanda-tanda tersebut bisa tetap stabil meskipun ada kanker. Sebaliknya, penyakit lain dapat menyebabkan peningkatan tinggi, seperti batu empedu atau pankreatitis. Akibatnya, dokter tidak hanya menggunakan tes darah untuk mendeteksi penyakit ini. Mereka melengkapi hasil tes darah dengan pemeriksaan medis lain.
Pencitraan perut
Tumor pankreas mungkin ditemukan selama USG atau CT-scan. USG dan CT-scan dapat memvisualisasikan tumor pankreas dan kemungkinan konsekuensinya, seperti kompresi saluran empedu. Jika ada kanker di kepala pankreas, saluran empedu dapat tertekan. Tes ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan keterlibatan organ, atau pembuluh getah bening di dekat pankreas. Hasil penyelidikan ini menentukan tahapan tumor. Pengujian tambahan dapat dilakukan, seperti endoskopi pankreas. Dilakukan dengan anestesi umum, tes ini mengamati saluran empedu dan pankreas dengan menyuntikkan agen kontras (radiopak).
Biopsi
Setiap hipotesis kanker harus dikonfirmasi dengan studi laboratorium sampel kecil (biopsi) jaringan pankreas yang diambil oleh dokter selama USG khusus, dilakukan di bawah anestesi umum dan disebut echo-endoskopi. Penelitian fungsi hormonal (hipoglikemia, diabetes, dll) juga akan sangat berguna. Kadang-kadang bedah eksplorasi pankreas diperlukan untuk menyimpulkan secara pasti kehadiran kanker pankreas.

Rekomendasi:
Keladi tikus, siapa yang tidak tahu khasiatnya sebagai obat alami untuk kanker? Herbagold Tifony Plus adalah tablet yang berisi ekstrak keladi tikus (typhonium fiegelliforma), bawang sebrang (eleutherine americana), kunyit putih (curcuma zadoria), mahkota dewa (phaleria macrocarpa), benalu teh (scurulla atropurpurea), dan jahe putih (curcuma mangga).Manfaat: menghambat pertumbuhan sel kanker, memperbaiki sistem imunitas melawan duplikasi sel-sel ganas, mereduksi reaktivitas radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat efek samping kemoterapi.

Penyebab

Seperti kasus kanker pada umumnya, karsinogen tercetus oleh sinergis banyak faktor antara lain
Faktor risiko untuk kanker pankreas termasuk:
  • Umur (khususnya selama 60)
  • Merokok. Merokok memiliki rasio risiko 1,74 berkaitan dengan kanker pankreas, sebuah dekade non-merokok setelah merokok berat dikaitkan dengan rasio risiko 1,2.
  • Rendah dalam sayuran dan buah-buahan Diet
  • Tinggi dalam daging merah Diet
  • Kegemukan
  • Diabetes mellitus adalah baik faktor risiko untuk kanker pankreas, dan, seperti disebutkan sebelumnya, diabetes onset baru bisa menjadi tanda awal penyakit.
  • Pankreatitis kronis telah dikaitkan, tetapi tidak diketahui kausal. Risiko kanker pankreas pada individu dengan pankreatitis kekeluargaan sangat tinggi.
  • ''''Helicobacter pylori infeksi
  • Riwayat keluarga, 5-10% pasien kanker pankreas memiliki riwayat keluarga kanker pankreas. Gen yang bertanggung jawab untuk sebagian dari pengelompokan dalam keluarga belum diidentifikasi. Kanker pankreas telah dikaitkan dengan sindrom berikut; mutasi resesif autosomal dominan mewarisi ataksia-telangiectasia dan autosomal gen BRCA2 dan PALB2 gen, Peutz-Jeghers sindrom karena mutasi pada gen supresor tumor STK11, herediter non-polyposis kanker usus besar (Lynch sindrom), poliposis adenomatosa keluarga, dan sindrom mol atipikal keluarga melanoma-pankreas beberapa kanker (FAMMM-PC) karena mutasi pada gen CDKN2A''''supresor tumor.
  • Gingivitis atau penyakit periodontal

kelompok orang yang mudah terkena kanker pankreas

  1) Usia lebih dari 40 tahun, bentuk tubuh agak gemuk, memiliki kebiasaan hidup yang kurang baik, seperti sering merokok, minum alcohol, kebiasaan pola makan “tiga tinggi”.
  2) Jika makan makanan berminyak lalu diare, terutama terdapat lapisan minyak pada kotoran, hal ini mungkin menunjukkan fungsi eksokrin pankreas terganggu.
  3) Anak muda yang tidak ada keturunan diabetes, tapi tiba-tiba menderita diabetes. Tiba-tiba terkena diabetes merupakan tanda-tanda kanker pankreas. Penderita diabetes lebih dari 5 tahun, risiko terkena kanker pankreas dibandingkan orang normal adalah 1.2 kali lipat.

  Gejala kanker pankreas

  1) Sakit pada bagian bawah perut dan mual yang tidak dapat dijelaskan, kadang-kadang ringan kadang-kadang berat, kadang-kadang muncul kadang-kadang tidak ada, terasa pada waktu malam.
  2) Muncul penyakit kuning tetapi tidak ada batu ginjal dan penyakit lainnya.
  3) Berat badan menurun. Penderita sakit maag karena penyerapan pencernaan kurang lancar disertai berat badan menurun, tetapi tidak sejelas kanker pankreas.
  4) Belakangan terdapat minyak pada BAB atau diabetes tiba-tiba bertambah parah.
  Kanker pankreas stadium dini dengan operasi pemotongan, tingkat kelangsungan hidup dalam 5 tahun mencapai 70-100%, dibandingkan dengan kanker pankreas stadium lanjut hasil kedua pengobatan memiliki perbedaan yang besar. Oleh karena itu, sewaktu muncul gejala sebaiknya langsung menjalani diagnosis pengobatan yang terperinci.

  Penyaringan kanker pankreas

  Normalnya, pada orang yang diduga terdapat kanker pankreas, seharusnya dipilih cara pemeriksaan yang tidak ada luka, misalnya cek tumor marker dan sample feses, bagi yang diragukan hasilnya baru melakukan pemeriksaan kanker pankreas yang lebih lanjut.

  Diagnosis Kanker Pankreas

  1) USG: menampilkan struktur pankreas internal, dan saluran empedu apakah terdapat obstruksi.
  2) CT: CT-scan dapat menunjukkan ukuran lesi, lokasi, tapi tidak dapat diagnosis secara kualitatif akurat, scan kontras lebih mampu untuk menunjukkan hubungan antara ukuran tumor pankreas, lokasi, bentuk, struktur internal dan struktur sekitarnya. CT dapat lebih akurat menentukan apakah terdapat metastasis hati dan kelenjar getah bening.
  3) Pemeriksaan MRI dan MRCP : ketika ada beberapa lesi yang sulit untuk dikarakterisasi, boleh melakukan pemeriksaan MRI sebagai pelengkap CT-scan.

  Pembagian stadium kanker pankreas

  Stadium I: tumor hanya berada di dalam pankreas, tingkat kelangsungan hidup dalam 5 tahun sekitar 30%.
  Stadium II: tumor menginvasi pada jaringan terdekat, seperti dinding usus 12 jari, dengan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 10%.
  Stadium III: telah ada penyebaran pada kelenjar getah bening, dengan rata-rata tingkat kelangsungan hidup 8-12 bulan.
  Stadium IV : telah ada metastasis pada hati dan bagian lain, dengan rata-rata tingkat kelangsungan hidup 3-6 bulan.

  Metode pengobatan kanker pancreas

  Pengobatan operasi: pembedahan pancreas atas usus 12 jari, pembedahan dengan mempertahankan lubang antara perut dan usus pada usus 12 jari, pembedahan keseluruhan pancreas, pemotongan pancreas sebelah kiri dan sebagainya.
  Kombinasi pengobatan: pembedahan externis sebagai utamanya, radioterapi dan kemoterapi sebagai pendukung.
  Pengobatan tradisional China: pengendalian kanker melalui oral dan infus arteri. Pengobatan tradisional China secara efektif dapat mengatur keseimbangan fungsi tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Pengobatan tradisional China terhadap pengobatan lanjut kanker pankreas tidak ada efek samping beracun, memiliki keunggulan yang unik tidak terdapat luka dan lainnya. Kombinasi TCM dan kedokteran Barat pengobatan pada kanker pankreas stadium awal dan pengobatan jangka panjang adalah kunci untuk memperoleh keberhasilan.

  Perawatan kanker pankreas

  Perawatan mental
  1) Membangun kepercayaan diri dalam mengatasi penyakit ini, mengambil sikap optimis terhadap kehidupan.
  2) Berpartisipasi dalam kelompok rehabilitasi, menyesuaikan fisik dan psikologis.
  Perawatan kehidupan
  1) Perhatikan kombinasi makanan dan minuman.
  2) Periode pemulihan menggunakan obat herbal, dengan dikombinasikan metode pengobatan lain, meningkatkan keberhasilan pengobatan.
  3) Check-up secara berkala.